menuju kontrol 16w #1


Alohaaa….

Jumpa lagi dengan #bumil galau ini. *galau kok bangga?!

Jadi, saking sok sibuknya, yang tadinya mau mendokumentasikan semua kejadian selama kehamilan kedua ini di blog ini, jadi agak2 terlupakan.  Terkecuali untuk hasil USG, memang tidak dijadwalkan untuk dipajang dimarih. males euy scannya, di kantor misua.

Mumpung masih ada moodnya dan masih ada dikit2 memorynya *bumil yang galau dan pikun* marilah kita cuba mendokumentasikan kejadian/keluhan yang terjadi.

Batuk.

Waktu itu kalo ga salah masih di awal2 kehamilan, seinget saya itu gegara si misua bawain sup buah pas buka puasa. Dingin2 gitu seger ya, hajarrrr aja. Eh entah kondisi badan yang emang kurang fit atau sup buahnya mengandung gula biang, mulailah batuk2. Tadinya saya sih santai aja, gag mau ke dokter, dengan anggapan palingan itu bawaan bayi aja, ntar juga ilang sendiri. Tapi misua kekeuh, harus ke dokter karena menurutnya kalo batuk itu kan menekan perut, dia takut napa2 sama si junior. Okelah, kita cek ke klinik terdekat. Oiya, berhubung penyakitnya masih biasa, ceknya ke dokter umum aja, tiada lain dan tiada bukan untuk alasan lebih EKONOMIS.

Waktu hamil pertama, saya juga pernah batuk2 gitu, si dokter obsgyn nanya kira2 apa penyebabnya. Saat itu rumah emang lagi direnov karena si ade ipar mau menikah, jadi alasan utama batuk2 ya debu. Si dokter kekeuh bilang kita untuk mengatasi penyebabnya daripada konsumsi obat dengan cara pake masker, tutupin bed pake plastik saat pekerjaan renov dikerjakan, dll. Tapi ya, saya dan suami maksa minta obat batuk yang dia rekomendasikan untuk bumil, akhirnya dia kasih Silex. Tapi gag kepake juga tuh karena sayanya males minum dan akhirnya emang ilang sendiri. Jadi ya saya pikir, penyebabnya emang debu dan bawaan bayi :D.

Balik lagi ke kasus batuk di kehamilan kedua. Sebelum cek di klinik terdekat, suami saya dengan perhatiannya sepulang kerja, mampir ke tukang sayur deket rumah untuk beli jeruk nipis. Untuk selanjutnya dia ramu dengan kecap. Resep tradisional gitu. Saya mah manut aja, happpp ditelan deh ramuan tsb. Rasanya gag karuan, tapi ya menghormati misua, glek aja lah. Dan efeknya? Batuknya makin menjadiiii. Ahahahaha. Mangkanya langsung cao ke klinik.

Di klinik kan juga ada dokter umum yang juga sahabat baik saya dari SMP, yang pastinya ngerti obat batuk apa yang aman dikonsumsi bumil. Dia resepin OBH Combi. Sampe dengan obatnya habis, batuknya masih belum reda juga. Saya sih ga bilang2 kalo obatnya abis ke misua, karena dia pasti dengan semangat 45 bakalan beliin lagi. Saya sih mikirnya, kalo lagi hamil SEBISA mungkin hindari konsumsi banyak obat2an. Jadi, ya saya stop aja.

Trus gimana cara mengatasinya? Hm… ini sih cara coba2 saya aja. kalo mo tidur, leher dan dada diusap vicks vaporub dikit, trus ditutupin selimut sehingga ga kena AC. Karena kayanya dingin yang memicu batuk, and it works kok. Perlakuan pake vicks ini cuma sehari kok, hari2 berikutnya cuma ditutup selimut aja.

Kira2 gitu sih cara saya mengatasi batuk pada saat hamil. Ada pengalaman lain?

Sehat2 ya nak kamu di dalam. Tanggal 28 Sep kita kontrol lagi 🙂

Advertisements

2 comments

Leave some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s