37 minggu : akhirnya senam hamil


Sabtu, 22 Feb 2014

Akhirnya hari ini senam hamil JUGA!

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, bahwa untuk ikutan senam hamil itu susah banget, akhirnya dapet juga nomor antriannya untuk ikutan kelas senam hamil yang pertama kalinya. Iyey… senangnya.

Bangun pagi, langsung diskusi sama suami siaga untuk menyamakan persepsi kalo kita harus berangkat dari rumah jam 8pagi TENG karena senam hamilnya jam 9 pagi. Sekitar jam 7 TENG, pihak RS menelpon suami siaga untuk konfirmasi mengenai kehadiran saya, jika berhalangan hadir akan digantikan dengan para bumil yang berada di waiting list.

Tadi pagi hujan, jadi sempet agak bingung juga mau ke RS naik apa karena kereta kijang kencana rencananya hari ini akan dipakai berobat si Om ke akupuntur daerah Permata Hijau. Ya pokoknya itu mah bagian suami siaga yang memikirkan hal itu. Saya langsung ngacir ke kamar mandi, siap2 aja.

Setelah itu saya sarapan dan suami siaga mengabarkan bahwa kita ke RS dianter naik kereta kijang kencana oleh tetangga yang akan membawa si Om berobat. Jadi, si tetangga nganter kita dulu ke RS baru nanti nganter si Om berobat. Kira2 begitu.

Sampe di RS jam 8.30 pagi, langsung registrasi ke front desk dan dikasi struk untuk bayar ke kasir. Dengan tatapan bingung, saya dan suami tatap2an aja. Lah kan saya udah registrasi booking kamar untuk persalinan dan dapet fasilitas 2x sesi senam hamil, kok ke kasir juga? Bayar toh? Ya sudahlah, kita antri aja di kasir.

Ternyata pas sampe di kasir, kita cuma ngasih struknya, pihak kasir ambil aslinya dan kita dikasih kopiannya, dan ga bayar apa2. Huahahaha. Langsung tensi dan timbang, 86kg dan 120/80. Normal kata si susternya. Langsung menuju ruang senam hamil.

Sampe di ruangan masih kosong, karena masih jam 9kurang dan bingung juga mau duduk nunggu dimana, secara di situ ga ada kursi untuk nunggu. Ruangannya kecil, dan emang cukup untuk 3saf dan 3baris matras + 1 saf untuk si bidan pengajar. Jadi, saya ngerti kenapa kuotanya cuma 9orang per sesi dikarenakan keterbatasan ruangan dan matras. Yah lupa dipotoin ruangannya :(.

Akhirnya nyari tempat duduk di depan ruang VK. Jam 9 kurang 5menit, saya balik lagi ke ruangan senam hamil, masih kosong, tapi udah ada 1 bumil yang juga sama2 pertama kali ikutan senam hamil lantaran ga dapet kuota. Ahahaha. Suami siaga ternyata sama antusiasnya sama saya, dia kira senam hamil itu perlu didampingi suami. Saya tanya sama bidan pengajar yang udah dateng ternyata senam hamil cuma dihadiri sama bumil aja, karena banyak bumil yang risih kalo ada lelaki dalam ruangan senam. Bener juga sih.

Orang endonesa itu pasti selalu ngaret ya. Jam 9.30 baru ada 4orang, padahal kuotanya 9 orang. Dimulai sekitar jam 9.45 setelah absen dan mulai berdatangan. Akhirnya senamnya dimulai. Selama senam hamil, HP baiknya di silent supaya tidak mengganggu peserta yang lain.

Ternyata, senam hamil itu tentang mengatur nafas (tarik nafas dari hidung, hembuskan nafas dari mulut), pernafasan dada (dada mengembang saat tarik nafas dan dada mengempes saat menghembuskan nafas), pernafasan perut (perut mengembang saat tarik nafas dan perut mengempes saat menghembuskan nafas) dipadu dengan gerakan lainnya. Gerakan lainnya : tahan perut kedalam, jepit bokong, kerutkan jari2 kaki, kepalkan tangan, kerutkan wajah). Β Cara mengatasi kaki keram. Rotasi panggul dengan memutar badan dari bahu ke bawah ke kiri dan ke kanan. Juga cara mengejan yang baik.

Bener juga sih abis senam hamil jarang keram tuh dan lagian juga udah tau cara mengatasi kalo lagi keram.

Kesan saya ikutan senam hamil : sayanya yang ga relax karena konsen mikirin ambil napas dari hidung, hembuskan dari mulut (kaya waktu ikutan yoga di gym jaman saya masih single). Udah gitu, saya udah mulai pake bra yang menyusui dimana saya juga pake extension supaya lingkar badannya cukup nyaman. Eh baru mulai senam, kaitannya terlepas, extension hook&bar nya melayang2 akhirnya saya ambil trus masukin ke tas *daripada ntar jatoh trus keliatan sama semua orang yang ada di belakang saya?! . Hohoho pantesan dada plong aja rasanya. Mau minta tolong kaitin sama bumil belakang, tapi ga enak takut ganggu. Jadi ya sepanjang senam hamil, bra dalam kondisi tidak terkait. Ahahaha.

Untungnya senam hamil tuh ga kaya senam erobik yang pake jumpalitan kesana kemari. Senam hamil posisinya cuma tiduran dan duduk bersila doang kok. Gag pake berdiri2 trus pegang tiang di dinding kaya balet :D. Jadi sepertinya kondisi masih aman terkendali meskipun bra tidak terkait πŸ˜€

Hohoho. Menurut si bidan pengajar, sebenernya senam hamil ini untuk dipraktekin di rumah setiap hari. Lah kan kita ga apal semua gerakannya? Ya menurut beliau, ya seingetnya aja.

Rencananya minggu depan mau ikutan senam hamil lagi, tapi masih bimbang secara kalo ikutan senam hamil, makin molor jadwal konsul saya sama obsgyn, belom lagi antri CTG. Bisa seharian di RS dan itu melelahkan, amat sangat!

Akhirnya kesampean juga senam hamil. Hohoho. Semoga bumil ini inget cara mengejan pas saatnya ya. Amin πŸ™‚

Advertisements

6 comments

  1. bgusny itu snam hmilny sdah mlai dlakukan saat usia kndungan brapa yah bu ? soalny istri lgi hmil ni bru 4 blan sih
    btw sista tahu ga toko baju senam yg komplit dan jual online gtu ?
    mkasih πŸ™‚

Leave some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s