BPJS#3 : Rujukan Faskes 1 ke RS kelas C


image

Postingan pending banyak banget!!! *tapi masih dikepala*

Demi kenyambungan cerita, akhirnya dipublish secara kronologisnya.

Kalo mau baca : part1; part2

Lanjut!
Jadi postingan ini lanjutan dari part1 dan part2.

Minta rujukan dari faskes 1

Setelah kartu BPJS selesai dengan benar (revisi tanggal lahir dan ganti faskes 1), waktunya dateng ke faskes 1 untuk minta rujukan .

Faskes 1 nya : Darussalam Medical Centre di Pekayon Bekasi Selatan.

image

Tips : Fotokopi kartu BPJS sebanyak mungkin, minimal 10pcs di tempat khusus fotokopi/warung ATK untuk harga wajar.

Kalo bisa, jangan di tempat2 seperti RS, kantor polisi dsb. Karena tau kan lumayan beda harganya.

Untuk ke klinik ini, serahkan 1 fotokopian kartu BPJS di kotak yg sudah disediakan (kartu ini untuk pihak klinik, ga akan dikembalikan), tunggu dipanggil. Untuk peserta baru (belum pernah berobat di faskes 1 ini), dikenakan biaya 5000 untuk administrasi, usahakan uang pas. 

Kemudian ga berapa lama, kurang lebih 15 menitan, saya dipanggil dan bertemu bidan. Ditanya apa keluhannya dan kondisi kehamilan saat ini.

Tadinya bidannya kekeuh (ya mungkin prosedur dari BPJS) saya harus kontrol hamil di klinik itu sampe 9 bulan, nanti kalo jelang lahiran dan harus sesar lagi, baru dirujuk ke RS yg saya pilih.

Saya nolak, karena kekeuh Kehamilan Resiko Tinggi (KRT) 2 kehamilan terdahulu dengan kasus yang sama & di klinik ga ada fasilitas mendukung untuk memantau panjang serviks pakai USG. Gimana kalo kejadian serviksnya terlanjur memendek  dan telat penanganannya?

Akhirnya, saya dikasi surat rujukan ke RS yang saya pilih. Potokopi surat rujukan ini minimal 5! Surat rujukan berlaku untuk sebulan. Segera capcus ke RS untuk antri.

Saat itu hari Jumat 1 April 2016 *sebulan yak bikin postingan ini*

Menggunakan surat rujukan BPJS di RS Hermina Galaxy, Bekasi

RS. Hermina Galaxy ini RS kelas C.

Untuk pendaftaran pasien BPJS ada di lantai 2 (keluar lift belok kiri, masuk pintu, belok kanan) ada di lorong ruang praktek dokter.

image

Ruang tunggunya nyaman kok. Ber AC, tempat duduk yg disediakan banyak dan ada toilet. Asal sabar aja nunggunya.

Berkas yang disiapkan : 3 fotokopi surat rujukan faskes 1 & 3 fotokopi kartu bpjs.

Saya sampe jam 10an, langsung ambil nomor, dapet no. 143. Saat itu masih nomor 50 an. Setelah ambil nomor, saya cao dulu keluar, cari makan di warung samping Dandan+
Berhubung hari Jumat, banyak yg sholat jumat, jadi ada banyak nomor yang kelongkap/terlewat. Kalo udah terlanjur kelewat jauh, ya harus ambil nomor baru.
Untung sih buat yang tetap setia menunggu, termasuk saya :D.

Sekitar jam 13.30 nomor saya dipanggil. Itupun pake urutan beberapa nomor di depan, 139. Saya dikasi nomor yg lebih kecil sama ibu2, dan dia megang nomor saya yg 143. Tukeran gitu.
Alasannya, temennya jg ikutan ngantri ke dokter yang sama, supaya dapet nomor antrian deketan. Alhamdulillah ya.

Pas dipanggil ke meja suster yang bertugas, memeriksa kelengkapan administrasi bpjs nya, ditanya mau ke dokter spesialis apa dan siapa dokternya.
Lalu saya sebutlah dokter obsgyn saya, si suster langsung diam, bengong.

Ternyata, obsgyn saya itu tidak kerjasama dengan Bpjs. Tapi, karena saya sudah biasa dan sudah menjadi pasien obsgyn tersebut sejak lama, akhirnya dicoba dulu, di booking untuk konsul hari itu juga, obsgynnya praktek malem.

Pendaftaran peserta bpjs hanya dilayani hari kerja, senin-jumat untuk kunjungan konsultasi dokter. Jadi ga bisa jika kita mau minta dijadwalkan konsultasi dokter hari sabtu, minggu atau hari libur.

Jadi, pendaftaran pasien bpjs itu maksudnya untuk diatur jadwal ketemuan konsultasi pasien dengan dokter yang dituju.

Langkah selanjutnya adalah balik lagi ke rs sesuai dengan jadwal dokter yang sudah ditentukan saat pendaftaran.
Berkas bpjs yang sudah lengkap, diberikan ke front office untuk selanjutnya menunggu giliran dipanggil konsul dokter yg dituju.
Okeh sip.

Postingan ini diketik saat saya masuk rs untuk operasi sirokat/cerclage, dari masuk rs sampe pulang lagi ke rumah, blom selesai juga 😁.
Diketik via hp karena tablet ditinggal di rumah buat main bocah.

Advertisements

18 comments

    1. Bisa mbak. Termasuk. Tapi ya standard obatnya bpjs 🙂 kalo dokter ngeresepin di luar standardnya bpjs, tebus sendiri. Makasih kunjungannya mbak

      1. Kehamilan resiko tinggi itu kriteria nya apa y?

        Sy sih jelasin kalo lhiran anak pertama 10 thn lalu lewat ceasar krn plasenta previa totalis. Desember kemaren keguguran, dan skrg faktor Umur jg sdh 39.

  1. Hai mba salam kenal, makasih bgt blog infonya manfaat banget, sdikit info, saya baru dr klinik darussalam dan per april 2017 gak nrima lagi bpjs huhu sedihnya. Kalau ada info faskes lain bisa share ya mba. Makasi

Leave some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s