Kontrol Hamil 26 minggu


image

Masih pending posting dan menggunakan BPJS 😀
Ya iyalah, saya masih punya jatah 7 Kali pertemuan lagi sama obsgyn Dari 9 Kali pertemuan yang dituliskan di Surat rujukan oleh Obsgyn. Huahahahaha.

Kontrol 26 minggu ini sebenernya kontrol 22 minggu lalu yang kemudian ditambah 4 minggu Dan jatuh di bulan yang sama, Jumat 29 April 2016.
Biasanya mah saya males kontrol di bulan yang sama. Soalnya ya gitu deh, jaman masih bayar pribadi, pengaruh dong biaya kontrol sebulan 2x sama sebulan sekali?! Apalagi kalo sekali kontrol bisa setengah juta. Tewewewew.

Hmmm sebentar, saya lagi nginget2 kenapa saya mau kontrol lagi di 22+4minggu, bukan di bulan selanjutnya aja yang berarti sekitar 27minggu. Kenapa ya?



Oh ya…
Saya mikirnya surat rujukan dari faskes 1 itu cuma berlaku 1bulan (tertanggal 1 April 2016), jadi saya males ngurus perpanjangan lagi untuk yang bulan Mei 2016. Mumpung masih di bulan yang sama, pake aja dulu.
Update : surat rujukan dari faskes 1 berlaku 3 bulan.

Juga, saya ada keluhan ngilu2 di bagian perut bawah Kiri. Jadi saya memutuskan untuk ngepasin waktu kontrol di 22+4minggu.

Untuk kontrol kedua pakai BPJS ini, prosedurnya sama kaya kemaren, dateng ke rs, antri untuk ambil nomor antrian konsul dokter, trus daftar ulang di resepsionis saat waktu konsul tiba.

Belajar Dari pengalaman kontrol sebelumnya, saya dapet nomor urut belasan, sekitar jam 21.30 Dan saya udah hadir jam 20an, saya milih dinner dulu sama paksu di pecel lele tempat yang sama seperti kontrol sebelumnya. Cuma, salah nya pas kontrol sebelumnya, ke situ setelah kontrol, notabene udah jam 22.30, lele Dan ayam bakarnya udah abis. Tinggal bebek doang -_-.

Kontrol Kali ini kaya dejavu Dan berpattern/berpola. Jadi, ya kayanya sih emang feeling so strong atau emang gegara saya yang mau mempercepat waktu kontrol. Sama seperti Hamil Arman, ketika saya memajukan jadwal kontrol 16minggu jadi h-1 (biasanya hari Sabtu pagi jadi hari jumat malem, cuma beda sehari, dengan alasan hari Sabtu nya mau ada acara apa gitu, lupa) Dan kemudian dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi.

Jadi, kontrol 26 minggu ini juga gitu. Setelah di USG transvaginal, ‘bentuk Y’ pada ujung yang dekat serviks mulai bikin penasaran Dan was was si dokter. Langsung dong ngukur panjang serviks, dimana batas aman adalah 2,5cm, Dan yang terukur hanya… 2,45cm.

Harus cerclage lagi!
Alias operasi macdonald,
alias sirokard (entah gimana penulisannya, saya cuma denger gitu pronunciation nya)
alias diikat.

Update per 25 may 2016

Operasi macdonald penjelasan singkatnya sbb :
Leher rahim dijahitkan supaya tidak sampai membuka sebelum tiba saatnya melahirkan. Ketika janin sudah matang untuk bisa hidup di luar rahim, jahitan dibuka supaya ibu bisa melahirkan normal.

Pak suami sih lalu terdiam, galau.
Sementara saya? Ah biasa aja, muka saya flat, datar, no expression tapi juga ga cemas. Huahahaha.
Kok biasa aja? Ya karena saya sudah memperhitungkan hal ini dan ‘blusukan’ cari ide kalau tindakan cerclage ini harus dilakukan.

Di awal kehamilan saya ini, saya sempat galau mengenai kemungkinan ini akan kembali terjadi lagi, terutama masalah biaya.

Mamen! hamil saya itu bukan kehamilan murah yang bisa ditangani bidan seperti ibu2 klien bidan yang selalu mempertanyakan kenapa harus konsul ke dokter rs? Kenapa ga di bidan aja yang lebih ekonomis?!
I wish i could be like them who deliver baby without any special case.
Ya yakin aja, kalo Allah ngasih cara seperti ini, pasti kita dipercayakan juga rejekinya untuk menjalaninya. Bukan begitu?

Krisis moneter lokal beberapa bulan ini membuat saya seribu kali berpikir tentang kehamilan ini, termasuk biaya untuk operasi tindakan ini. Dan temen SMA saya yg berprofesi sebagai obsgyn tiba2 memberikan pencerahan!!!! Bahwa BPJS meng-cover cerclage! A bad news sometimes is a good news. Mangkanya, saya buru2 ngurus BPJS ! Jadi seribet apapun BPJS, pasti saya jalanin prosedurnya.
Jadi postingan kehamilan Kali ini, bukan sponsored postnya BPJS ya 😛

Lanjut.

Si obsgyn kemudian menjadwalkan untuk operasi besokannya, hari Sabtu tanggal 30 April 2016 jam 13.30. Tapi saya disuruh check in hari Sabtu pagi jam 7 Dan sudah dalam keadaan berpuasa untuk tindakan operasi tersebut.
Setelah ngatur jadwal, saya langsung diarahkan ke laboratorium untuk cek darah dan urin persiapan operasi. Senilai 200rb sekian dan itu ditanggung BPJS alias free. Alhamdulillah.

Kemudian diarahkan ke Nurse station ibu untuk mengurus administrasi. Banyak banget yang harus ditandatanganin oleh saya Dan pak suami. Mungkin karena BPJS Kali ya?!

Suster/bidan yang ditunjuk memandu administrasi persiapan tindakan besokpun sibuk nelpon dokter pihak management RS karena ternyata…
Saya merupakan kasus BPJS pertama yang operasi tindakan MacDonald tersebut di RS ini Dan RS ini ga punya persediaan benang untuk operasi. Benang untuk ngiket serviks nya ya, bukan benang buat jahit luka.
Jadi, benang nya masih dicari. Kalau sudah ketemu, segera diinfo oleh pihak RS ke pasien malam itu juga, baru besok pagi nya kita check in ke RS.

Sekali lagi karena ini pasien BPJS ya. Kalau sebelumnya, karena biaya pribadi, ya smooth aja gitu. Semua sesuai schedule. Ga ada lah bilang benangnya ga ada. Karena, katanya memang benang untuk pasien BPJS beda sama benang untuk pasien pribadi/asuransi lain.

Setelah administrasi tandatangan ini itu selesai, saya masih galau nih, jadi ga operasi ini besok? Trus saya info obsgynnya dong mengenai kemungkinan operasi yg dijadwalkan mungkin tertunda kalo ga ketemu benangnya. Eh ga dijawab -_-.
Ahahaha, ya dokternya udah istirahat Kali ya, atau lagi nyetir, atau lagi males bales SMS. Huahahahaha.

Ya udah kita pulang ke Rumah. Saat itu kalo ga salah kita sampe Rumah jam 23.30. Untungnya udah makan malem sebelum konsul, jadi perut ga kosong2 amat.
Saya langsung istirahat. Ga packing? Ah gampang, packing mah besok pagi aja. Cuma dikit kok bawaannya.

Suami siaga masih terjaga menunggu kabar Dari rs mengenai benang Dan alhamdulillah jam 01.30pagi ditelpon bahwa benangnya udah ada, Dan operasi besok berjalan sesuai jadwal. Suami siaga bangunin saya untuk ngasih tau besok jadi operasi. Okeh.

Hmmm jadi kontrol Kali ini bebas biaya. Lab ditanggung  BPJS, sama sekali ga ngeluarin biaya. Besok paginya disuruh check in Dan kamar sudah di booking, di kelas 1.
Alhamdulillah.

Advertisements

14 comments

  1. Terus gimana kelanjutan cerita operasibnya, Mak? Aku penasaran. Benang untuk peserta BPJS dan non BPJS ini bisa beda, jadi ada grade kualitas, ya? Kayak obat generic gitu, kah?

    1. Kelanjutannya masih diketik mbak. Besok ya. Hihihihi. Iya beda brand Dan kualitas mbak. Iya kaya obat generic gitu. Kalo di badan saya sih benang BPJS sama nyamannya dengan benang non bpjs, ga ada keluhan yg berarti, tapi balik lagi ke metabolism individu, mungkin ada yg cocok, mungkin ada juga yang engga.

      1. Halo mbak eska can mbak echa,

        Jadi operasi McDonald itu operasi pengikatan leher rahim/serviks. Leher rahim itu merupakan jalan lahir si bayi. Nah untuk kasus saya, rahim mengalami tanda2 akan terbuka sehingga plasenta beserta si bayi masuk ke jalan lahir. Kalau bayi sudah masuk jalan lahir maka terjadi pembukaan. Kalau belum waktunya (min. 36minggu) rentan terjadi keguguran atau bayi lahir premature dengan keadaan paru yang belum matang. Sebelum rahim terbuka lebih besar, maka diujung rahim menuju leher rahim dibendung/diikat. Kira2 begitu. Nanti aku tambahkan infonya. Makasih mbak Eska Dan mbak Echa.

    1. Kalau kehamilannya beresiko, free juga kontrol di rs. Kalo kehamilannya standard, free kontrol di faskes tingkat 1

Leave some words

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s